Terasing sendiri



Pada akhirnya, kerinduan kita hanya menjadi teriakan-teriakan malam yang diam; mengasing lalu terbaring dalam kenangan. Cintaku jauh, kekasih. tidak ada ukuran, pun tiada batas pengelihatan bahagia, walau selebihnya rindu yang membuat luka



Terasing Sendiri..

Kau ucapkan seribu kecupan selamat tinggal, aku cukupkan satu pelukan yang tak pernah bisa kau lupakan. dan Air mata, kaukah itu, yang dijatuhkan tuhan dari langit?  seperti anakanak kesedihan menggembala kenangan.


Terasing Sendiri..

KEPADA kehilangan, izinkan aku memilikimu seperti ketabahan mereka yang ditinggalkan harapan.
Dan bermula dari cahaya matamu; cinta mendatangi hatiku dengan sekeranjang rindu tapiiiii semua itu hanya semu !

 Terasing Sendiri..

Kepergian masih tentangmu, kekasih. waktu melangkah, hanya aku yang kehilangan arah. Aku tak sempat menahan kepergianmu, sebab aku terlalu sibuk menentramkan air mataku. yang di bentangkan takdir hanyalah waktu, dan aku ingin mencintaimu, lebih panjang dari itu.

Tentang perasaan, apakah itu cinta..


Datanglah jika kau ingin, aku selalu ada walau maya. Biar sekat nyata meninggi angkuh. Di sini jangan tanyakan hadirku untukmu.
Malam ini biarlah aku merebah di bahu suaramu saja. Biarkan sedikit berkeluh kesah, perjalanan ini hampa saat kau tiada..

Hasil gambar untuk cinta retak patah hati

tentang perasaan, apakah itu cinta..


Senja kita, dua menemaramkan air mata. Berhujan sajak-sajak cinta. Payung menutup aksara di wajah asmara. Ingatlah aku yang pernah menyalakan ribuan kembang api di gelap matamu. Walau kini telah kau panggil hujan deras untuk mematikan riuhnya. Pernah aku lara menujumu, mendekap duri berbekal pedih perih. Namun bahagia ketika sampai kau memelukku rekat.

 tentang perasaan, apakah itu cinta..

Ingin kucatatkan kau sebagai tulisan yang tak pernah punah di dalam bab-bab buku kepalaku. dan 
pada akhirnya, melihatmu jatuh cinta adalah satu-satunya pilihan, memberikan ruang yang sama bagi rasa sesak dan bahagia. Engkau yang masih saja puisi, sedang aku masih saja di batas sunyi, merindukan daur ulang waktu membawa diri

tentang perasaan, apakah itu cinta.. 

Kukibarkan setengah tiang kesepian, malam ini biarlah rindu merdeka. Aku sunyi ingin lelap tanpa merintih luka. di lain waktu, ada yang lebih tabah dari aku. Ialah do'a dan airmata berulangkali dijatuhkan, setelah kepergian mu. 

 tentang perasaan, apakah itu cinta..

ada, yang lebih tabah dari tanah. aku yang rela diinjak kesepian,setelah kau pergi tanpa alasan. barangkali,itulah caraku bertahan.