Pada akhirnya, kerinduan kita hanya menjadi teriakan-teriakan malam yang diam; mengasing lalu terbaring dalam kenangan. Cintaku jauh, kekasih. tidak ada ukuran, pun tiada batas pengelihatan bahagia, walau selebihnya rindu yang membuat luka
Terasing Sendiri..
Kau ucapkan seribu kecupan selamat tinggal, aku cukupkan satu pelukan yang tak pernah bisa kau lupakan. dan Air mata, kaukah itu, yang dijatuhkan tuhan dari langit? seperti anakanak kesedihan menggembala kenangan.
Terasing Sendiri..
KEPADA kehilangan, izinkan aku memilikimu seperti ketabahan mereka yang ditinggalkan harapan.
Dan bermula dari cahaya matamu; cinta mendatangi hatiku dengan sekeranjang rindu tapiiiii semua itu hanya semu !
Terasing Sendiri..
Kepergian masih tentangmu, kekasih. waktu melangkah, hanya aku yang kehilangan arah. Aku tak sempat menahan kepergianmu, sebab aku terlalu sibuk menentramkan air mataku. yang di bentangkan takdir hanyalah waktu, dan aku ingin mencintaimu, lebih panjang dari itu.

0 comments:
Post a Comment